[Fan Fiction] 사랑 – Love (Part 27)

Your innocent face
Your smile like the morning
When I close my eyes and kiss your lips
I’m so happy I feel like I’m walking on clouds

Membujuk Min Ah setelah putus cinta tidak semudah membujuknya melupakan cowok ganteng yang pernah ditemuinya di toko kelontong enam bulan lalu. Malam sebelumnya Han Na bercerita lewat telpon kalau Hae Im ingin rujuk. Han Na mengadu pada Ji Ryeon, dan ujung-ujungnya tetap memaki Hae Im.

“Si brengsek itu mau balik buat manfaatin Min Ah saja ya?!” begitu yang ia katakan. “Kalau bukan karena dia bersumpah bakal serius, dia pasti sudah babak belur! Minta balik dengan alasan masih cinta? Omong kosong! Mana ada cowok playboy yang bisa setia! Jangan-jangan dia habis diputusin cewek-ceweknya dan balik ke cadangan!” dan ucapan lain yang menemani kerjaan Ji Ryeon hingga pukul 2 pagi.

Jun Sang meremehkan niat mereka untuk mengembalikan hubungan Hae Im dan Min Ah, yang tak percaya Hae Im akan setia pada satu wanita. Apalagi wanita yang tipenya seperti Min Ah­—yang menurut hemat Jun Sang, tidak beda jauh dengan cewek-cewek terdahulu.

“Setidaknya kau hargai usahaku…” sindir Ji Ryeon, bersiap-siap tidur dan membereskan semua kertas-kertasnya.

Ya… kenapa kau yang ngambek?” tanyanya heran, ia tidur di sofa karena ranjangnya dipakai Ji Ryeon.

“…Aku tidak ngambek…”

“Tuh kan ngambek,” selanya, “Ya, Chae Ji Ryeon! Si Hae Im memang playboy makanya aku bilang dia tidak mungkin serius sama temanmu. Kau tidak perlu marah gara-gara mereka—kau dengar aku?! YA!

“Ah—molla!

Tetapi Min Ah terus sembunyi dan uring-uringan Minggu siang ini, berteriak pada mereka agar pulang dan mengancam ingin mati. Ia baru mau keluar dengan pakaian seadanya, sengaja tidak merias wajah supaya bisa memanfaatkan waktu ke salon, belanja dan makan besar.

Min Ah yang dalam waktu tiga jam melupakan Hae Im, emosi lagi ketika melihat lelaki itu duduk di kursi taman sambil terus melihat arloji, berpenampilan rapi, dengan pakaian yang nampaknya sudah disetrika super licin. Dong Il yang berlagak seperti pengawal, berdiri di belakangnya, sementara Jun Sang duduk santai di teras café seberang menikmati espresso dan menonton mereka seperti menonton teater jalanan bersama Hee Rahm, dan Seung Wan… tapi Nam Hee juga ada di sana…

Mungkin salah satu dari mereka mengajak berkumpul untuk melihat aksi bodoh Hae Im.

“—Nuna!” Seung Wan berlari menghampiri Ji Ryeon yang baru saja menyeberang ke café itu. “Lama tak jumpa!”

“Seung Wan-ah… kau juga di sini. Hahaha… yah… lama tak jumpa ya…”

Seung Wan menggaruk-garuk rambutnya, malu. Lesung pipinya sangat cantik, “Aku ingin lebih sering bertemu denganmu… tapi tidak sempat, aku sibuk. Maaf.”

“Ohh!! Tak apa-apa kok!” Ji Ryeon menggeleng. Nam Hee di balik punggung Seung Wan, sekali lagi sedang bermetamorfosis jadi Medusa.

“Hee Rahm hyung mengajakku ke sini, jadi aku sekalian bawa Nam Hee.”

Ji Ryeon tak begitu paham maksud di kalimat terakhir Seung Wan. Ia mencoba tertawa sealami mungkin, dan menahan untuk tidak menggubris Jun Sang yang sedang mengejek mereka.

“Apa mereka baik-baik saja? Nampaknya Min Ah nuna sangat marah,” Seung Wan mengomentari Hae Im yang saat itu sedang bicara dengan Min Ah, sedangkan Han Na dan Dong Il ada di bangku lain, minum jus kaleng dan duduk berjauhan. “—Nuna …kau… bagaimana kabarmu?”

“Sangat baik, hehehehe.”

“—Kau ngapain di situ?” sela Jun Sang. “Duduk denganku di sini!”

“Sebentar!”

“—Ya, jagiya!”

Nam Hee dan Hee Rahm melotot kaget sementara Seung Wan membeku di tempat. Seperti ada yang menarik jantungnya keluar, Seung Wan menelan ludah. Cemas setengah mati dan tak mau meyakini apa yang sedang terjadi, ia mencoba bersikap wajar.

“Jagiya?!” seru Ji Ryeon.

Wae? Salah?” tantang Jun Sang, melirik Seung Wan yang nampak begitu terpukul, “Jagiya, duduk denganku. Matahari sedang terik sekali. Ayo, di sini sejuk,” tambahnya sambil menarik sebuah kursi lebih dekat ke kursinya. “Kau mau minum apa? Ahhh… kau kan suka stroberi, pesan jus stroberi saja ya…?”

Seung Wan memperhatikan wajah Ji Ryeon yang memerah malu. “Hyung, nuna tidak menyukai panggilanmu.”

“Tidak suka? Benarkah?” Jun Sang pura-pura bego, “Jagiya, kau tidak suka kupanggil begitu?”

“Tidak suka! Makanya jangan panggil begitu, ngerti?!”

Jun Sang hanya mengangkat bahunya dan terus memperhatikan gerak-gerik Seung Wan terang-terangan.

Hyung berani memanggilmu begitu.”

“Gwaenchana. Aku sudah terbiasa dengan kelakuannya… ”

Sudah biasa.

Dua kata itu menusuknya dari segala arah. Dua kata sederhana yang sering diucapkan semua orang, hari ini, detik ini terdengar seperti bencana.

Ia menatap wajah sang nuna. Begitu manis dan tak pantas jadi nuna-nya…

“­—Jagiya! Ayo ke sini, sayang…!” Jun Sang menyela lagi, suaranya terlalu besar untuk jaraknya yang hanya beberapa meter dari Ji Ryeon. “Nanti kulitmu terbakar, kau bakal tidak cantik lagi!”

“Arasseo!”

Jun Sang tak berbuat apapun padanya, tapi Seung Wan tahu apa maksud Jun Sang memanggil Ji Ryeon terus.

Berbagai pertanyaan mengerubungi kepala seperti sengatan ratusan lebah, menancapkan racun ke otaknya, menginginkan Jun Sang ditendang dari kursi agar ia bisa menggantikan posisinya. Beberapa bulan lalu, hyung pernah mengatakan ‘kalau tidak salah’ nuna punya pacar. Apa laki-laki yang dimaksudnya adalah dia sendiri? Bukankah mereka selalu marah-marah dan tak saling peduli? Apa saat itu mereka sudah pacaran? Apa hyung sengaja mengganggu kencan buta mereka karena cemburu? Terjebakkah ia di antara mereka?

Seung Wan tak bisa berpikir jernih, bahkan tak tahu kapan ia sudah kembali duduk di samping Nam Hee. Waktu berjalan super lamban. Ia menyesali kenapa mereka harus berkumpul sekarang…

Aigoo… kalian mesra sekali…” Han Na yang baru sampai dengan Dong Il mengomentari Ji Ryeon dan Jun Sang yang sedang bertengkar. Tapi mereka nampak sangat bahagia…

“—Jun Sang oppa, chukaeyo!” sela Nam Hee ceria, “Kalian berdua sangat cocok. Aku ikut bahagia!”

“Gomapta.” balas Jun Sang.

Oppa tidak salah memilih kakakku,” puji Nam Hee, “Eonni, aku yakin kau senang. Jun Sang oppa itu orangnya sangat baik.”

“—Kalian bicara apa?!” Seung Wan memuat semua terdiam dan menjadikannya pusat perhatian.

“Ada apa denganmu?” tanya Jun Sang.

“Hentikan pembicaraan kalian,” balasnya, memalingkan wajah agar tak melihat Ji Ryeon yang ikut memandangnya.

“—Oppa mau ke mana?!” Nam Hee mencegahnya bangkit dari kursi.

“Lepaskan tanganku.”

Oppa jangan pergi!”

“Kau tinggal di sini, ada Hee Rahm hyung.”

Nam Hee mendadak menjatuhkan tasnya, dan membuka resleting bajunya di tengah jalan. Ji Ryeon merasa Nam Hee akan melakukan sesuatu yang mengerikan.

Ya, Nam Hee-ya! Micheoso?! Cepat pakai bajumu!” Ji Ryeon mencegah Nam Hee melepas pakaian dalam, “Dong Il—tutup matamu!”

Semuanya mendadak kalap dan menutupi Nam Hee, anak laki-laki disuruh tutup mata dan menghalangi pandangan orang-orang ke arah Nam Hee. Hanya Seung Wan yang tak peduli dan pergi meninggalkan café.

Han Na dan Hee Rahm memegang kedua tangan Nam Hee, Ji Ryeon membetulkan lagi pakaiannya dan menggendongnya ramai-ramai ke dalam café.

Nam Hee diturunkan di sudut tangga, terduduk jatuh dan menekuk kedua lututnya sambil menangis keras. Han Na dan Dong Il shock, tak menyangka kalau Nam Hee ternyata begitu menyukai Seung Wan sementara Hee Rahm nampak kecewa dan sedih. Nam Hee berguncang sampai sesenggukan meski airmatanya sudah tak sederas sebelumnya, namun mereka masih khawatir. Terutama Ji Ryeon. Saat ini Nam Hee adalah tanggungjawabnya.

“Nam Hee-ya, gwaenchana?” Ji Ryeon mencoba menenangkannya. “…Nam Hee?”

“—Pergi…”

“Nam Hee-ya…”

“PERGI!” ia menjerit parau, “AKU TAK MAU LIHAT WAJAHMU! KAU MENGHILANG SAJA!”

“Chae Nam Hee kau anak yang jahat sekali!” bela Han Na.

“KAU JUGA PERGI!”

“Tak perlu kau suruh!”

“—Han Na, jangan!”

Ji Ryeon memberi sinyal pada Han Na untuk menenangkan Nam Hee, meski Han Na menolak. Percuma ada di sana kalau ia tak dibutuhkan. Sebelum mencari Jun Sang yang entah ada di mana, Ji Ryeon juga bertemu dengan Min Ah di depan café dan memintanya menemani Han Na. Min Ah tidak sesewot Nam Hee dan mungkin negosiasinya dengan Hae Im berjalan lancar.

“Sudah kubilang jangan dekat-dekat dengannya,” kata Jun Sang sewaktu mereka berjalan pulang. Ternyata tadi Jun Sang mengejar Seung Wan, tetapi tak berhasil menasehatinya dan malah dicuekin.

“Aku tidak mendekat, dia yang mendekatiku.”

“Karena kau yang beri kesempatan, tahu!”

“Sama Dong Il boleh, sama Seung Wan kenapa tidak boleh?”

“Dong Il teman kita! Seung Wan juniorku!”

“Apa bedanya dengan junior lain di sekolah kita?”

“Tidak ada bedanya! Makanya kau jangan dekat-dekat dengan junior manapun, ngerti?!”

“Memangnya salah kalau dia ingin berteman denganku?!”

“Berteman?” Jun Sang sinis mendengar kata itu, “Kau terlalu naif. Lihat apa yang diperbuatnya? Lihat si Nam Hee, gara-gara siapa dia jadi begitu tadi—?”

“Kenapa salahkan Seung Wan?! Yang ingin bugil kan Nam Hee!”

“—Sudah!”

Pembelaan Ji Ryeon terhadap Seung Wan membuatnya makin tersinggung. Ia berjalan cepat-cepat sehingga Ji Ryeon jauh ketinggalan di belakang.

“Jun Sang! Tunggu aku…!”

Ji Ryeon mengejarnya, menggenggam tangannya namun dilepas.

“Jun Saaangg~… yaaaa~”

Ji Ryeon nyengir dan digandengnya lengan Jun Sang, lagi-lagi dihentak Jun Sang. Nampaknya Jun Sang sedang marah besar.

Ji Ryeon kembali mengejar, memeluknya sangat erat sampai berjalan terseret-seret karena tak mau melepas Jun Sang. Memandang mata bayi yang memelas itu membuatnya luluh, dan berujung di minimarket dengan sekantong plastik berisi es krim stroberi. Jun Sang sangat lihai membuat hati Ji Ryeon berbunga-bunga dan jumpalitan tak karuan akibat menanggung malu sekaligus merasa istimewa. Sampai malam ini Jun Sang masih tidur di sofa karena mengalah padanya. Ji Ryeon diam-diam pergi ke ruang TV, dan syukurlah Jun Sang sudah tidur. Ia berjongkok di tepi sofa dan mencuri kesempatan membelai rambutnya. Ji Ryeon tersenyum sangat senang dan menahan cekikikan genit.

Dalam kegelapan saja ia bisa melihat betapa gantengnya Jun Sang bahkan sewaktu tidur. Ia beruntung sekali bangun tengah malam dan tetap mensyukuri nasibnya. Tiba-tiba Ji Ryeon ditarik sampai terperanjat ke atas tubuh Jun Sang.

Wae? Tergoda padaku?”

“Si… si—siapa yang tergoda?!” balas Ji Ryeon gelagapan, jantungnya berdetak hebat. Ternyata Jun Sang tidak tidur! “—Lepas!”

“Tidak perlu diam-diam curi pandang padaku,” kata Jun Sang yang melihatnya dengan wajah jahil, “Lihat saja terus.”

Ji Ryeon kesal dan berniat memukulnya, namun Jun Sang sudah keburu mencegahnya. Jun Sang nyengir dan terus memegang kedua lengan Ji Ryeon, “Kenapa kau ada di sini?”

“Jun Sang—lepas!”

“Apa semua perempuan selalu mengelak padahal sudah ketahuan sedang memandangi pria yang disukainya?”

“Tidur lagi sana!”

“Aku sudah mau tidur, gara-gara kau menyentuhku aku terbangun lagi…”

Ji Ryeon menghentakkan tangan Jun Sang dan mengalihkan pandangannya.

“Kau… tidur di tempat tidur saja…”

Ia membelalak. “Boleh…?”

Jun Sang sangat bersemangat pindah membawa selimut dan bantal ke kamar tidur setelah Ji Ryeon mengangguk. Sampai Ji Ryeon tiba di sana, Jun Sang sudah tergeletak di atas tempat tidur dengan tatapan mata yang memancarkan kebahagiaan.

“Kau mau ke mana?!” Jun Sang berteriak sewaktu Ji Ryeon mengambil bantal dan tidak tidur di sebelahnya.

“Aku tidur di luar.”

“Ngapain tidur di luar?!” kata Jun Sang, “Tidur di sini!”

“Sinting?! Kita belum menikah!”

“Di dunia ini cuma kau yang mempermasalahkan soal itu!”

“Masa bodoh!”

Jun Sang mengikuti Ji Ryeon terus dari kamar, ruang TV, dapur, ruang TV…

Ya, ngapain kau berputar-putar?!”

“Olahraga!”

Mereka berjalan mengelilingi meja dapur lagi, melewati ruang TV, memutari kabinet pemisah ruangan dan dan malah kejar-kejaran. Jun Sang berusaha menangkap Ji Ryeon seperti anak ayam yang lepas dari kandang. Ia berhasil menakut-nakuti Ji Ryeon tetapi justru Ji Ryeon malah makin bersemangat untuk kabur dari sana.

Ya, Chae Ji Ryeon—kau tidak capek main kejar-kejaran terus?” tanyanya dari seberang sofa.

“Aku capek makanya jangan kejar aku!”

“Jangan tidur di sofa kalau tidak mau dikejar!”

Ji Ryeon lari menuju pintu keluar. Ia menggenggam gagang pintu dan berusaha membukanya, tapi sudah terkunci! Jun Sang dengan mudah menangkapnya dan menggendongnya di bahu.

“Jun Sang lepas!” Ji Ryeon mencoba teriak sekuat mungkin meskipun posisi kepalanya ada di bawah, “Tidak mau—lepaskan aku!”

“Berisik!”

“Aku tidur mendengkur lho! Dan juga tidak bisa diam!” ia terus meronta dan mengguncang-guncang kakinya, “Ya, kau tidak akan bisa tidur kalau ada aku! Kalau tidur aku suka menendang dan memukul!”

“Akan kutahan.”

“Tidak mau! Lepaskan aku! Aku teriak ya! AAAAAAAHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

“Coba kau teriak, tidak akan ada yang dengar. Hahahaha!”

“AAAHHH!!!!!!!!!! DASAR GENIT! BYUNTTAE!!!

Ji Ryeon terus melawan sampai tenaganya hampir habis. Dan detik berikutnya, ia sudah berbaring di ranjang, di bawah tubuh Jun Sang.

Part 27!!! Senang akhirnya bisa melewati masa-masa sulit. Ok lah,, jangan lupa baca dan komen ya ^^

Today’s Songs:
Fly to the Sky – You’re so Precious

Photo credit: foxtrot1@deviantart
FF: Alois ★ あずゆ@hallyucafe

Posted on May 8, 2011, in Fan Fiction, Romance and tagged . Bookmark the permalink. 28 Comments.

  1. omonaaaaaaaaaaaaa….
    kyaaaa..
    gw senyem2 ndiriii neehhhh….
    maauuuu dahh kayakk gituuuu,
    beruntung banged yaa gw jd pacar jun sanggg >,<

  2. lanjutiinnn zuuuyyyy….
    lanjutiiinnnn….
    lo motongnya bikin orang penasaraaannnnnn……
    aq ngambeeekkkkk niihhh >,<

  3. like this love this🙂
    zuyuuu jeleeggggg >,<

  4. Dalam kegelapan saja ia bisa melihat betapa gantengnya Jun Sang bahkan sewaktu tidur. Ia beruntung sekali bangun tengah malam dan tetap mensyukuri nasibnya. Tiba-tiba Ji Ryeon ditarik sampai terperanjat ke atas tubuh Jun Sang.

    “Wae? Tergoda padaku?”

    “Si… si—siapa yang tergoda?!” balas Ji Ryeon gelagapan, jantungnya berdetak hebat. Ternyata Jun Sang tidak tidur! “—Lepas!”

    “Tidak perlu diam-diam curi pandang padaku,” kata Jun Sang yang melihatnya dengan wajah jahil, “Lihat saja terus.”

    Ji Ryeon kesal dan berniat memukulnya, namun Jun Sang sudah keburu mencegahnya. Jun Sang nyengir jahil dan terus memegang kedua lengan Ji Ryeon, “Kenapa kau ada di sini?”

    “Jun Sang—lepas!”

    “Apa semua perempuan selalu mengelak padahal sudah ketahuan sedang memandangi pria yang disukainya?”

    sukaa iniiii ><

  5. buset si yupina komen sekali 4.. ckckckck…😀 thanks udah bacaa~~!

    • yg ga komen orangnya ga cantik, jd aq komen 4 kali jd aq 4 kali lebi cantikkk dr org cantik, wkwkwkw
      nnti izinin aye ganti nama ye, jd yupinaakajiryeonbinisahnyajunsang okeee ^^v

      • GABOLEH!!!
        nama macem apaa itu?! gak bolehh gak boleeehhh..
        *gak rela*
        hm, aku 5x lebih cantik dr org cantik dong kalo gitu? ahahahahh.
        maap yaaa zuyu, jadi nyampah disini. hueohoho

      • aq uda disahin ama zuyu td d ym,
        namaku yupinaakajireyonbinisahjunsang, yee sirikk ajeee :p
        aq org cantik dr yg plg cantik, hee
        ga bole ngebahaz lg jaja yaa… :p

      • boong!!!!!
        boong kan yaaa zuyuuu?!
        gaboleeehh ahhh, junsang milik bersama!

  6. farah dhila

    akhirnyaa keluar jg part 27 nyaa~
    aduh itu si nam hee makin menjadi-jadi aja ckck.
    hehe ditunggu part selanjutnyaa, jgn lama2 yaaah sist:)

  7. WUUUUUUUUAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!
    KEDULUAN SI YUPIIIIII!!!!!!
    *siap-siap nabok yupina*

  8. ZUYU CURAAAANGGG!!!
    gak bilang bilang di part ini seungwan, han na sam dong il keluar!!!
    huaaaaaaaaaaaaa….
    tegaaa tegaaa >.<

  9. zuyuuuuuuuuuuuuuu ayo cepet part 28 nya dikeluarin!
    tau nih, masa motongnya lagi dibagian seru ?!
    ini namanya tega sama reader!
    zuyuuu, pokoknya bilang bilang aku kalo mau ngepost ff lagi! *biar gak keduluan yupi*

  10. eh ini si namhee nya beneran gangguan jiwa *mirip sama yupi* maumaunya telanjang di depan orang banyak. hiyaaakks
    ngomong ngomong, mana ceritanya si han na ama dong il yang lebih panjang? masa cuma bentar doang keluarnya?? huuuuu…

    • yeyeyeyeyeye
      duluan akuuu :p
      apaan tuh pake dimirip2in, AKU ADALAH JIRYEONBINISAHJUNSANG, huuuu…..
      lanjutannnyaa okee bangedd jajaaaaa :p
      jaja jelegg jaja jeleeggg
      (jaja=parpel)

      • woooo maunyaaaa!!!
        gabisaaa gabisaaaaaaaa…
        junsang gak mau katanya, tadi dia bilang gituuu..
        tau darimana lanjutannya oke banget? woooo
        zuyuuu jangan kasi tau yupiii!!
        yupi lebih jeleeeeeeeekkkk!😛

  11. ayoo lanjutin zuyuu lanjut!!
    kalo gak ada ide, tanya aku ajaaa, dengan senang hati aku bakal nyumbang ide ide brilian! huahahahaaa…
    ayooo azuyuu!! semangat!! semangaaat!!!
    junsang go! junsanggg!!

  12. kyk da yg kurg y? tp LANJUT d Onnie

  13. @yupina dan purplee hei jangan berantem di sini!!!!!!

    @puput maaf ya kalo kurang (_ _) bikinnya kejepit

    @farah makasi udh baca (_ _)

  14. unniiiiiiii!! akhirnya apdet!! inget q ga????? yg sok akrab di tuiter… hehehe kenapa tiap baca part namhee jd kebayang ma krystal?? tu kepotongnya kok pas seru siih! ga adil!! cz kok kayakne makin lama makin pendek ya! ayoo jgn lama” apdetnya unnnn!! faighting!

    • aku inget kok😀 hehehe

      maap kalo ngga puas (_ _) aku bikinnya buru2 buat ngejar deadline. semoga next part ngga ngecewain lagi.🙂

      nanti imagenya nam hee kukasi tau, mirip apa ngga dia sama krystal😀

  15. entah kenapa kalo baca seung wan ingetnya sama seungri BIGBANG… hihihi…

    iya, setuju tuh part-nya han na ama dong il-nya agak dibayakin dong… mhehehe… *banyak minta!😛

  16. vivi juunshu

    wahh makin keren…
    gha sabar nunggu part 28…

    salam kenal ya eoniii…
    hehehe

  17. @missjutek nyahahahah seungri dan seungwan.. mhohoho

    @vivi juunshu wah ada reader baruuu
    thanks udah baca ^^ jadi tambah semangat nih.

    sering2 ke hallyu cafe ya🙂

  18. busyeng dah adegan terakhir buat gw imajinasi yang gak2..tanggung jawab ni zuyu..hehehe.

    Request gw buat adegan slap and kiss kapan ya?? hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: