[Fan Fiction] – Colors of Life (Part 1)


Part 1 : Me and The Carrot Boy

Heechul namanya.

Awalnya. Aku tak tahu darimana ia sebenarnya dan aku tak tahu kenapa ia datang ke rumahku. Aku bahkan baru tahu dia berdarah Korea tiga hari setelah kedatangannya. Itupun aku tidak tahu nama keluarganya. Kupikir paling-paling Kim, atau Park, atau Lee. Yah, setidaknya tiga nama itu yang kutahu karena tiga orang teman Koreaku bernama Lee Seung Gi, Park Yoochun, dan Kim Tae Hee. Dan pemain sepak bola terkenal itu juga bermarga Park.

Hari itu, aku masih ingat itu adalah Jumat. Aku biasanya tak pandai mengingat-ingat, tapi hari Jumat ada pelajaran atletik dan aku yang lebih suka tidur dan nonton TV ini sudah pasti tidak menyukainya. Dan karena Jumat mama pulang lebih cepat, maka sudah pasti mama menyediakan kue untukku. Di sore ketika aku pulang sekolah, tiba-tiba ia sudah ada di meja makan. Kau tau dia sedang apa?
Sedang memotong wortel.

“Aku pulaaang. Mamaaaa…Aku lapaar, hari ini ada kue apa?”
“Ah Okaerinasai Ayumi chan.. tas mu ditaruh di kamar dulu ya.. Mama punya strawberry shortcake kesukaanmu”.
Hai, Mama”, ujarku patuh.
Ketika aku sudah di meja makan, Heechul tetap melanjutkan memotong wortel. Sepertinya yang ada di dalam otaknya hanya wortel saja. Ia bahkan tidak melihat sedikitpun ke arahku. Kupikir, kalau tamu tak dikenal ini bahkan tidak peduli pada tuan rumah, kenapa aku harus peduli padanya? Bahkan sampai suapan terakhir kueku dia tidak melihatku. “Orang ini pasti tidak waras!”.

Selesai makan, mama menghampiriku.
“Ayumi chan, ini Heechul”.
Setelah mendengar namanya disebut, barulah ia menampakkan mukanya padaku. Sewaktu kulihat ke arahnya, saat itu aku belum mengenal idol atau apapun, tapi kupikir ia adalah salah satu artis yang wajahnya sering muncul di billboard di jalan.
Dalam pikiranku “Siapa? Heechul? Bagaimana aku harus menuliskannya? Apakah itu nama orang Jepang? Apakah harus menulis dengan hiragana atau adakah kanji dari Heechul?”.
Mama melanjutkan , “Mulai hari ini, ia akan tinggal bersama kita”.
“Hee? Nande? Kenapa ia harus tinggal dengan kita?”.
Mama tersenyum dan membelai kepalaku, “Karena ia harus tinggal bersama kita”.

Aku benar-benar tidak puas dengan jawaban mama. Kulihat muka anak lelaki itu. Wajahnya terlihat bingung, ia menoleh pada Mama dan seperti hendak bertanya. Mama mengucapkan serangkaian kata aneh dan tersenyum padanya. Tiba-tiba ia berdiri dan mengucapkan serangkaian kata-kata aneh pula. Beberapa tahun kemudian, aku baru menyadari kalau ia mengucapkan “ Anyeonghaseyo, Heechul Imnida

Hari senin, ketika aku sudah bersiap pergi ke sekolah, ternyata mama juga sudah bersiap-siap.
“Mama ini masih jam 6. Bukankah biasanya mama berangkat jam 8?”.
“Hari ini mama akan mengantarkanmu ke sekolah, sayang”.
Aku bukan main gembira. Itu berarti aku tidak perlu berpayah-payah berkeringat berjalan. Tapi begitu melihat Heechul juga sudah bersiap-siap, senyumku hilang. “Rupanya mama bukan mau mengantarkanku, tapi mau mengantarkan orang asing itu. Ah jadi dia akan bersekolah? Di mana? Oh jangan sampai di sekolahku”.
Mama seperti bisa membaca pikiranku. Katanya “Tidak sayang, Heechul tidak akan pergi ke sekolah, Mama hanya akan mengantarkannya ke rumah Minzy Ahjumma”.
“Aah aku suka Minzy Ahjumma. Kenapa dia harus pergi ke sana?”.
“Karena ia butuh teman yang bisa berbahasa Korea. Kau tau kan Minzy Ahjumma dari Korea”.

Saat itulah aku baru menyadari “Aah, ternyata dia bukan pria Jepang, berarti ia tidak punya nama dengan kanji, Baguslah. Dan aku baru ingat pantas saja ia mengucapkan kalimat aneh semalam”.
Semalam? Ya. Malam itu aku haus sekali dan pergi ke dapur untuk mengambil air. Dan kulihat ada seseorang di dapur. Aku sudah ketakutan ia akan membunuhku atau apa karena ia membawa pisau. Aku shock sekali, tak henti-hentinya mengucapkan “Kamisama lindungi aku.. Kamisama lindungi aku!”.
Tiba-tiba sosok bocah 13 tahun muncul. Ia mengucapkan kata-kata aneh “*^$#(*&8gbbjjhjh” apalah itu aku tak tahu. Kau tak akan percaya apa yang kulihat, tapi benar, percayalah! Malam itu, ah tidak pagi itu, tepat jam 2 (aku tahu dari jam besar yang berbunyi dua kali), dia sedang memotong wortel kemudian dimakannya.

Untunglah mama tak mendengar gumamanku. Aku tak mau mama mengira aku sebegitu perhatian dengan Heechul. Aku tak sudi. Heechul bukan siapa-siapa. Aku juga tak bisa berkomunikasi dengannya.

Menu sarapan pagi ini adalah roti gandum dengan susu putih, kesukaanku. Mama juga makan menu yang sama. Kulihat Heechul, ia makan dengan menu yang sama, dan Oh, aku tak tahu siapa yang menyiapkannya tapi kenapa ada sepiring wortel di samping piring rotinya. “Ya Ampun, laki-laki ini benar-benar laki-laki wortel”.

To be continued

Opat’s note :
Ini adalah FF perdanaku. Benar-benar perdana. Aku bahkan tidak membayangkan akan menulis FF🙂. Sebenarnya aku ingin sekali menulis FF romance, tapi sepertinya otakku nggak nyampe :p
Jadi, Mohon bantuannya..ditunggu pula kritik dan sarannya. dan silahkan tunggu kelanjutan kisahnya🙂

photo source : CassidyMeow @deviantart

About opat

I am not a martian. I guess so.

Posted on May 22, 2011, in Fan Fiction. Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. itu heechul apa kelinci pat? doyan amat sama wortel… hihihi…

    btw, kamu temennya akang seung gi? kok si akang ga pernah cerita ya kalo dia temenan sama kamu? hahaha…😉

    • “Sepertinya yang ada di dalam otaknya hanya wortel saja.” LOL. aku ngakak baca yang ini!!

      nama”nya bikin ngekek euy, hehehe .. oke ditunggu lanjutannya, ini kepala wortel mau diapain =D

  2. aah~ lanjut dong author~! penasaran tu ichul kenapa suka amat sama wortel -_-

  3. woooowww!! another ff! yeaaayy..
    mwahahahahaa.. heechul doyan worteeelll!!aduuh, aku jadi inget, dulu kelinci aku juga aku namain heechul lho!!! ahahahahaha
    *jangan jangan kelinci aku yang kabur itu pindah ke jepang jadi manusia*
    ayoo lanjutin onn! penasaran banget nih..

  4. baca ff ini jadi keingetan sama manga with my brothers deh!

    heechul itu cocok bgt jadi kakaknya sakura yg namanya masashi, kebetulan ff ini settingnya di jepang yoo uehehehe

  5. soal wortel, hmm.. kita lihat nanti ya perkembangannya🙂
    ehehehehe..

    @zuyu : kayaknya aku pernah baca, tapi lupa ceritanya. iya settingnya sekarang memang di jepang, tapi kita liat nanti2 *spoiler*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: