Keluarga Korea Menjamu Makan Malam untuk Pekerja Asing

Foto di atas adalah foto dari sekelompok para migran yang sedang makan malam di rumah seorang Korea bernama Lee Hyun Sook. Bertempat di apartemennya di Myeonmok-dong, Seoul Timur di pertengahan bulan ini. Acara makan malam ini adalah bagian dari program yang digagas oleh Pemerintah Metropolitan Seoul bagi para pekerja migran untuk beradaptasi dengan kehidupan di Korea. Acara seperti makan siang ini diadakan satu hari, di mana para migran dan keluarganya akan dipasangkan dengan keluarga Korea.

Jung Young Hwan, seorang perwakilan dari Divisi di Seoul yang menyediakan bantuan untuk penduduk asing mengatakan : “Kami menghubungkan 28 pekerja asing yang mendaftar pada acara satu hari ini dengan 7 keluarga Korea yang sukarela membuatkan makan malam untuk mereka. Keluarga tersebut tidak menerima uang sedikitpun dari pemerintah. Mereka menyiapkan sendiri. Satu keluarga menerima 3 atau 4 orang asing”.

Pada saat makan malam, Lee Hyun Sook (48 tahun) menerima dua orang Sri Lanka, satu orang Indonesia (kayaknya yang paling kanan itu ya :)), dan pasangan Korea-Cina ke rumahnya. Mereka memakan 10 makanan tradisional Korea, termasuk bulgogi. Ia berkata : “Sejak aku membuka toko makanan Asia lima tahun lalu, aku bertemu wanita migran dan pekerja asing yang menikah. Sekarang, banyak temanku dari Vietnam dan mereka sering mengunjungi rumahku untuk makan malam. Aku mempunyai teman pekerja asing di Korea yang sukses memulai bisnisnya di sini dan Aku berharap untuk memperkenalkan mereka untuk kelima tamu-tamuku suatu saat nanti”.

Dia berkata dia agak khawatir soal jamuan makan malam ini, ujarnya lagi : “Aku sedikit malu karena aku tidak tahu sama sekali tentang makanan Sri Lanka dan Indonesia”. hal ini bukan masalah bagi Abdul Hadil (35 tahun), salah seorang tamu Lee dari Sri Lanka yang bekerja di Gunpo, Gyeonggi. Hadil berkata : “Aku menikmati semua hidangan yang ia sediakan. Aku merasa ada rasa pertemanan dengan orang yang berbicara denganku langsung dan aku tak akan melupakan kebaikan mereka. Aku sangat senang saat makan malam”.

Lee Jeon Young, wakil direktur Divisi Bantuan Penduduk Asing berkata bahwa pemerintah kota berencana untuk mengadakan lebih banyak program mentoring seperti ini yang akan membuat pekerja asing dan keluarga Korea lebih terhubung. “Kami mengadakan acara satu hari makan malam ini dalam usaha untuk membantu pekerja asing yang tidak memiliki keluarga di Korea berhubungan dengan penduduk lokal untuk membantu mereka menyesuaikan diri dengan kehidupan di Korea. Dilandaskan program ini, kami akan meluncurkan program mentoring di mana pekerja asing dan warga Korea dapat bersama dan berbagi ide tentang kehidupan dan pekerjaan di Korea”, ujarnya.

Source : Kim Hee Jin @JoongAang Daily
Photo : Oh Sang Min
Indonesia translation : opathebat @HallyuCafe
DO NOT REPOST

About opat

I am not a martian. I guess so.

Posted on May 26, 2011, in Korean Food, Korean Life and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. wah seru ya… jadi inget film banhobi, dimana di film itu WNA-nya malah dapet kesan buruk dari orang2 korea-nya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: