10 Ramyeon Paling TOP Di Korea [Part 1]

Memasak ramyeon (라면)–mie kuah instan– adalah hal pertama yang dipelajari oleh anak-anak di Korea. Hanya dengan menuangkan air kedalam panci, biarkan sampai mendidih, masukan bumbu-bumbu berikut mie instan-nya, masukan bahan-bahan tambahan yang diinginkan, biarkan mendidih agak lama sampai semua bahan yang dimasak matang, dan serudup!! (menyerudup atau “slurping” di Korea bukanlah hal yang tidak sopan untuk dilakukan saat makan mie atau soup).

Kalian pasti sering makan mie (baik itu ramyeon atau mie instan biasa) ketika kalian tidak punya banyak waktu untuk memasak, sedang ingin makan di tengah malam, terpaksa harus diam di kamar hotel saat dalam perjalanan bisnis dan ingin makan makanan rumahan, sedang tidak ingin makan di luar atau memesan lewat layanan pesan antar, atau yah hanya karena kalian memang suka rasa dari mie rameyon saja.😀

Sebungkus ramyeon instan biasanya berisi mie instan, bubuk bumbu soup, dan geondeogi (건더기) yang berisi sayuran kering dan bahan-bahan tambahan lainnya yang juga dikeringkan. Bahan-bahan ini tergantung pada karakteristik dari ramyeon itu sendiri. Ramyeon menjadi makanan yang penting bagi warga Korea sama halnya dengan dengan nasi dan kimchi, jadi tidak mengherankan jika banyak sekali macam dan rasa dari ramyeon ini yang terdapat di pasaran, kesemuanya itu memiliki rasa dan gaya penyajian yang berbeda-beda.

Berikut ini beberapa ramyeon Korea paling TOP yang terdapat di pasaran, berdasarkan total penjualan dan kekuatan merk dagangnya :

1. Samyang ramyeon (삼양라면)

Ramyeon paling tua, dengan rasa original Samyang

Pertama diluncurkan pada tahun 1963, Samyang ramyeon (삼양라면) merupakan merk ramyeon Korea paling tua. Kemasan dan formula bumbu soup-nya telah sedikit berubah sekarang tapi tetap memiliki rasa khas budaejjigae (부대찌개) yang menjadi andalannya. Mie-nya agak “ringan”, tapi memilki tekstur yang mudah berubah tergantung pada seberapa banyak air yang kalian gunakan untuk memasak dan waktu memasaknya, bagi pembuat ramyeon amatir, ramyeon ini termasuk yang paling mudah dalam cara memasaknya dibanding ramyeon lain. Samyang ramyeon tidak hanya diproduksi dengan rasa budaejjigae saja, namun juga rasa jjigae (soup) lain juga; bahkan tersedia pula ramyeon yang dijual dalam kemasan yang hanya berisi mie-nya saja tanpa bumbu soupnya untuk alasan tertentu.

Samyang ramyeon adalah ramyeon yang “original”. Jadi ketika kalian ingin makan ramyeon dengan rasa yang sebenar-benarnya, kalian tau harus memilih ramyeon yang mana.🙂

2. Shin ramyeon (신라면)

daun bawang, telur, dan jeotgal (fermentasi seafood yg diasinkan) ditambahkan pada saat memasak Shin ramyeon

Walaupun Samyang ramyeon adalah yang tertua, namun yang menjadi Raja diantara semua merk ramyeon adalah, Shin ramyeon (신라면). Diluncurkan pada tahun 1986, hingga saai ini ia masih menjadi merk ramyeon yang paling banyak digemari, dengan marketshare sebesar 25% dari seluruh merk ramyeon di pasaran. Ramyeon ini yang paling sering dibeli saat orang-orang pergi outing, yang paling masyarakat Korea ingin makan ketika mereka bepergian ke luar negeri, yang bumbu soup-nya paling banyak digunakan sebagai “cara licik” untuk membuat kuah soup yang enak tanpa bumbu macam-macam. Ini hampir seperti K-pop, mungkin kalian tidak akan begitu menyukainya saat pertama memakannya namun setelah mencobanya kalian akan terus menginginkannya. Ini benar-benar bikin kecanduan. (A/N : Yes it is! My favorite Ramyeon!!)

Jadi apa yang membuat ramyeon ini begitu spesial? Kata ‘shin’ (辛) ini artinya “pedas/panas”. Jika kalian sering memakan makanan Korea, mungkin kalian tau bahwa rasa pedas makanan Korea ini tersedia dalam beberapa tingkatan dan “rasa yang ditinggalkan” yang berbeda-beda. Yang terdapat pada ramyeon ini bukan hanya rasa pedas yang tertinggal dalam lidah; namun juga rasa pedas yang hangat yang membuat rasa asam dan manis setelahnya. Rasa pedas Shin ramyeon ini lah yang mencampurkan kedua rasa tersebut dengan sempurna. Kalian akan merasakan rasa pedas yang panas kemudian setelahnya kalian akan merasakan rasa manis di akhir suapan. Bumbu soup-nya dibuat dari daging sapi dan jamur shiitake, yang bercampur dengan bumbu yang sempurna.

Kalian bisa mengetahui lebih jauh tentang Shin ramyeon dan produk-produk lainnya dari merk dagang ini dengan mengunjungi websitenya berikut ini : http://www.shinramyun.com

3. Neoguri (너구리)

Sayur-sayuran dan telur ditambahkan pada mie Neoguri yang kental

Neoguri (너구리) berarti “raccoon” dalam bahasa Korea, namun perusahan produsen merk ini tidak pernah menjelaskan alasan dibalik penamaan ini, bahkan pada saat di luncurkan pertama kali pun di tahun 1982, tidak dibahas. Dalam iklan dari ramyeon ini dikatakan “Bawa raccoon gendut ini bersamamu”, merujukpada mie-nya yang “gendut-gendut”. Neoguri memiliki mie yang paling gemuk dibanding ramyeon lainnya, jadi jika kalian ingin makan ramyeon dengan mie yang besar-besar, ramyeon ini lah pilihan yang tepat. Bumbu soup-nya dibuat berdasarkan rasa gurih dari dashima (다시마, rumput laut). Ramyeon ini terdiri dari 2 macam rasa soup-nya : lembut dan pedas.

(A/N : Ayahku paling suka ramyeon yang ini, katanya gurihnya pas!😀 di dalam kemasannya udah tersedia nori (rumput laut yang dikeringkan) dan ini lah yang bikin gurih kuahnya)

4. Ojingeo Jjampong (오징어짬뽕)

Tambahkan abalone, daun bawang, dan keju kedalam Ojingeo Jjampong

Ojingeo Jjampong (오징어짬뽕) adalah versi peng-ramyeon-an dari masakan Koreanized Chinese populer yang terbuat dari gurita, jjampong. Mie-nya lebih besar dari mie ramyeon biasanya dan rasa soup-nya terasa pedas namun tidak terlalu pedas untuk anak-anak. Ramyeon ini yang paling populer dimakan pada pagi hari setelah mabuk semalaman.

Dalam penyajian ramyeon ini masyarakat Korea biasanya menambahkan lebih banyak seafood kedalamnya untuk semakin mempertegas rasa seafoodnya. Meskipun ramyeon ini telah dilengkapi dengan seafood kering dalam kemasannya namun hal tersebut tetap dilakukan, serta menambahkan keju untuk meningkatkan rasa pedasnya.

(A/N : si nyonyakim paling suka ramyeon ini😀 )

5. Anseongtang-myeon (안성탕면)

Anseongtang-myeon dengan tambahan telur dan daun bawang

Anseongtang-myeon (안성탕면) diberi nama setelah kota dimana pabrik ramyeon ini berada, meningkatkan pendapatan perusahaan ini menjadi perusahaan pembuat soup terenak. Rasa soup-nya berasal dari rasa ugeoji jangguk (우거지 장국, soup sayuran daun hijau) yang banyak dijual di pasar tradisional di Korea; rasanya dalam, kaya, dan penuh nutrisi. Anseongtang-myeon dikemas hanya dengan satu kemasan bumbu soup dan tanpa geondeogi (berita baik bagi kalian yang tidak menyukai jenis sayuran tertentu seperti jamur). Kuah soup dari ramyeon ini lebih ringan dibading yang lain namun memiliki tingkat kepedasan yang tidak kalah dari ramyeon yang lainnya.

Howkay, 5 merk ramyeon dulu ya yang aku bahas, besok aku posting lagi 5 ramyeon sisanya…😀

Dari kelima ramyeon di atas, adakah yang pernah dimakan sama HC readers?? boleh share pengalamannya dong…😀

Source : blog korea via Hancinema

Indo trans & Re-written by : missjutek@hallyucafe

About missjutek

gw cuman manusia biasa yg punya banyak kekurangan dan kelebihan (untungnya...). Disebut missjutek karena muka gw yg jutek (sebenernya bentuk alis gw yg melengkung banget dan item yg bikin muka gw keliatan jutek), padahal hati gw baik loh... *halah...*

Posted on May 28, 2011, in Korean Food and tagged . Bookmark the permalink. 12 Comments.

  1. kayanya di Indonesia jual deh.. aku pernah cobain shin rameyeon.. tapi ngomong2 halal ga ya.. hihihi..
    aku suka banget sama rameyeon…

  2. kalo ramyeon mie nya enak dan gak kayak mie instan indo. tp Aku sering cobain yg merek nongshim.
    btw, halal gak sih?

    • hahaha sama, ane juga sering makan yg merek nongshim. soalnya yg banyak di carefour itu sih. bismillah aja halal. toh klo nongshim kan ramyun rasa jamur sama kimchi🙂

  3. Kl aku biasa makan yg Shin ramyeon sm ada lg 1 lupa namanya.😀 Kl Shin ramyeon kt temen aku halal. Tp kl Samyang ramyeon aku pernah baca mengandung babi. Pdhl pgn jg nyoba itu. Ngerasain gimana ramyeon yg dimakan/diiklankan sm SNSD. Hahah..

  4. @Meredith : iya shin ramyeon itu memang yang paling gampang dijumpai di supermarket besar di indonesia, yang no 3&4 juga lumayan banyak dijual disini…🙂
    masalah halal ato ngga, sebenarnya aku juga nggak tau, tapi kalo aku pikir selama di produk itu ada stiker komposisi-nya yang berbahasa inggris/indonesia & nomor dari depkes-nya, dan tidak tercantum kandungan babi atau makanan lain yang tidak halal, aku pikir itu halal…🙂

    • soalnya tiap aku ke supermarket sama bunda, dia paling wanti2 nyari2 tulisan halalnya.. tau sendiri kan. di berita aja ada yang bilang magnum ada kandungan babinya *gimaneee*
      makanya kalo beli ini pas di kosan aja.. hahahaha..

      • iya sih… hehehe… emang gara2 ada gosip macem2 soal makanan2 enak yg tak berdosa itu, bikin konsumen jadi bingung mana yg halal ato nggak kalo ga ada label halal-nya, tapi karna ramyeon ini diproduksinya langsung dari korea yang mana ga kenal makanan halal/haram ya susah juga kalo mo nyari label halal-nya mah…😦

      • hahahaha… apalagi, kan ada yang gambar depannya daging gt.. langsung dah nyokap melotot sambil bilang *itu daging apa*
        jeng…jeng..mana eke tau mak !!

  5. uwow aku ngiler lyatna,,
    pengen makan semua….secara tengah hari gini,,panas terik pula,,,lapar deh jadinya…

    kyaknya yg no.2 enak ya,,,v sayang ada unsur sapinya….
    huh….

    wah bnerean ada yg dijual disini,,ntar nyoba nyari ah kalo lagi ke supermarket,,,hehe
    cs selama ne ga tau kalo ramyeon juga ada di sisni..

  6. Shin Ramyun iya udah pernah nyoba… di gandaria city banyak yang jual,dan disana dibedain yang halal dan yang nggak halal.. kalo yang nggak halal ada tulisannya,dan ada gambar babi di belakang kemasan…

    Pengen nyoba yang neoguri,tapi di jakarta dimana yah??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: