[Fan Fiction] – Colors of Life (Part 2)

Part 2 : Oppa

Kemarin aku jalan-jalan sama Papa. Senangnyaaa..

“Papa, hari ini kita makan es krim ya?”

“Hee.. Es krim lagi? ”.

“Lagi? Aku Cuma makan es krim kalau jalan-jalan sama Papa lhoo..”.

“Ah sou desu ka. Ahahaha, gomen ne.. Ush,. Baiklah, ayo kita makan es krim”.

Neee.. Ureshiiii ..”, aku menggandeng tangan papa lebih erat.

“Papa, papa kenal sama Hicoru san?”, tanyaku tiba-tiba.

“Eh, siapa? Hicoru san?”, siapa itu?

“Eh, Mama tidak cerita ya? Itu lhoo, anak laki-laki yang dari Korea itu”.

Aaah sou.. Heechul ya?”

“Ya itu, ah kok papa bisa sih mengucapkan itu? Aku susah sekali lho”.

“Ahaha, sou desu ka, Papa kan sudah sering bilang, kau tidak boleh malas belajar bahasa Inggris”.

“Hee, Papa ini bagaimana? Hicoru san itu kan orang Korea, Papa..”.

“Ah.. hahahaha.. sou desu ne.. benar juga ya..”

Aku pura-pura cemberut lalu kupegang tangan Papa lebih erat. Kemudian Papa menggumamkan sesuatu, “Ah, dia sudah datang ya”..

===========

Bagiku kedatangan Heechul (Akhirnya aku bisa mengucapkannya dengan benar dua minggu setelah kedatangannya) tidak ada pengaruh banyak dalam hidupku. Kami jarang bercengkrama karena kendala bahasa. Tapi itu tidak penting. Kupikir seharusnya karena dia tinggal di rumahku, sudah seharusnyalah dia belajar bahasaku. Dia memang belajar setiap hari dengan Minzy Ahjumma, namun belum banyak yang bisa diucapkannya.

Suatu hari, Mama berbicara padaku.

“Ayu chan, kamu tidak ingin bisa bahasa Korea?”

“Hee? bahasa Korea? Kenapa?”

“Yaaah, tidak apa-apa kan belajar satu bahasa lagi selain bahasa Inggris”.

“Heee.. Mamaaa.. Bahkan bahasa Inggris saja sudah membuatku pusing!”.

“Ahahahah, begitu ya? Memangnya apa yang membuatmu pusing? Mama rasa kau sudah pintar berbahasa Inggris”

“Eh, apa ya? Kalau ada yang bicara bahasa Inggris aku mengerti, tapi kalau aku disuruh untuk menuliskan karangan dalam bahasa Inggris, aduuh rasanya ingin menangis”.

“Ahahahaha begitu ya? Kalau begitu, bagaimana kalau Ayu chan belajar bahasa Korea untuk percapakapan saja. Lagipula Mama lihat kadang-kadang kau suka mendengarkan lagu-lagu Korea”.

“Heee.. aah aku hanya mendengarkan sedikit saja. Itupun karena temanku di sekolah yang memindahkan file-nya ke ipod-ku. Memang siapa yang mau mengajarkanku?”.

“Hmm, kalau Ayu chan mau, Mama bisa mengajarkanmu”.

“Eh? Mama bisa? Eh, maksudku aku memang pernah mendengar Mama bicara bahasa Korea dengan Heechul-san, tapi memang Mama benar-benar bisa?”.

Mama tertawa. “Ayu-chan meragukan kehebatan Mama ya?”.

Aku ikut tertawa. “Hahaha, jadi Mama benar-benar bisa ya? Aaah Mama memang hebat! Tapi Mama, aku belum mau belajar sekarang. Mungkin nanti kalau libur. Eh tapi mungkin lho, Ma”.

“Baiklah, kalau Ayu chan sudah siap. Segera lapor sama Mama”.

“Siap Bos!”, aku menirukan gerakan hormat para tentara.

Mama tertawa sambil mengusap rambutku.

“Eh Ayu chan, kau panggil Heechul siapa? Heechul san, ya?”.

“Hai, memangnya harus dipanggil apa? Heechul chan? Heechul kun? Rasanya tidak pantas. Hehehe.. Eh, sepertinya dia lebih tua. Benar begitu kan, Ma?”.

“Hai, Heechul memang lebih tua tiga tahun dari Ayu chan”.

“Hoo begitu ya? Tapi masak aku harus memanggilnya Heechul Oniisan?”.

“Hahaha.. ah ide bagus itu ya?! Eh tapi Heechul kan bukan orang Jepang. Bagaimana kalau kau memanggilnya Oppa?”.

“Hee? Oppa? Apa itu?”.

Oppa dan Oniisan itu sama artinya. Bagaimana? Dia pasti senang sekali kalau kau memanggilnya begitu. Siapa tahu dengan ia berfikir kau menghormatinya dengan memakai bahasa Korea untuk panggilannya, dia lebih bersemangat untuk belajar bahasa Jepang”.

Aku diam. Sampai sekarang sesungguhnya aku masih tidak tahu kenapa ia harus tinggal di rumahku. Aku pernah bertanya sekali lagi pada Mama kenapa ia tinggal dengan kami, Mama menjawab “Papa Heechul sudah meninggal”. Atas rasa belas kasihan itu, kuputuskan untuk menyetujui usulan Mama kali ini.

Masih kuingat dengan jelas waku aku memanggilnya Oppa untuk pertama kalinya.

Ohayou”, kataku suatu pagi ketika kudapati dia sudah siap di meja makan waktu aku bersiap mau berangkat ke sekolah.

“Aaah ohayou, Ayumi-sshi. Eh, Ayumi chan”, ujar Heechul malu-malu.

Ohayou Ayu chan.. Hari ini hari pertama ujian sekolah, kan?, kata Mama.

Hai. Aku takut niiih tapi aku tetap Semangat dan Optimis!”, kataku sambil tertawa.

“Hahahha.. syukurlah. Kalau begitu harus sarapan ya agar lebih bersemangat”, lanjut Mama.

Satu hal yang patut kusyukuri sejak kedatangan Heechul adalah karena stok makanan Mama bertambah banyak. Hehehehe. Karena aku suka ngemil, itu adalah suatu anugerah. Selain itu, stok salah satu makanan favoritku juga bertambah. Kalau dulu Mama hanya menyediakannya kadang-kadang, kali ini Mama lebih sering mengeluarkannya dalam penyajian. Itu adalah Kimchi. Aku tahu Kimchi tidak begitu sering dimakan warga Jepang, tapi sejak kecil Mama sudah memperkenalkannya padaku.

Selesai makan, aku segera bersiap-siap. Mama berbicara sesuatu pada Heechul. Tentu saja aku tak mengerti artinya. Aku hanya melihat mereka berdua berbicara.

“Mama baru saja memberi tahu Heechul kalau hari ini adalah hari pertama ujianmu”, kata Mama.

“Ooh begitu”, ujarku.

Lalu tiba-tiba “Ayumi chan, Ganbatte! Fighting!”, Heechul berkata padaku sambil mengepalkan tangannya.

Karena kaget, aku hanya bisa berkata “Hai”.

“Aah tunggu dulu, aku punya ini untukmu”, tambahnya lagi, dalam bahasa Jepang!!  Ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya yang diletakkan di kursi. Sebuah kartu kecil buatan sendiri bergambarkan wortel kecil-kecil sebagai hiasan. Di dalam kartu terdapat tulisan “Ganbatte Ayumi chan!”, dalam huruf jepang sederhana (hiragana).

Aku geli campur senang melihatnya, karena itu kuucapkan sesuatu yang kuketahui dari salah satu website, “Gamsa hamnida, Heechul Oppa”.

Dan untuk pertama kalinya ia menunjukkan muka bahagianya padaku.

-To be continued….

Please Drop Your Comments !🙂

 

photo source : CassidyMeow @deviantart.

About opat

I am not a martian. I guess so.

Posted on June 1, 2011, in Fan Fiction and tagged , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. jyahhh… dikit amat pat… hahahaha… #readersbanyakmaunya
    ini papa-mama-nya cerai gitu ya? sepertinya ga tinggal bareng…

  2. ceritanya bikin penasaraaaaaan! Author lanjut dong *kedip2*
    oh ya, kenalan deh, wea imnida, aku sering baca HC gr2 banyak artikel yg unik-menarik ngga ada di blog lain, kekeke- bangapseumida😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: