Tingkat Kebahagiaan Masyarakat Korea Terbilang Rendah? Kok Bisa??

Rata-rata orang Korea bekerja selama 2,256 jam per tahun, dan 79% orang dewasanya berpendidikan akhir diploma. Rata-rata pendapatan keluarga di Korea adalah US$16,254 berdasarkan survei tahun 2008, dan hanya 36% dari masayarakat Korea yang merasa puas dengan kehidupannya saat ini.

Berdasarkan hasil survei, Korea menempati peringkat ke 26 dari 34 negara anggota OECD dalam indeks kehidupan lebih baik yang dirilis oleh organisasi tingkat dunia ini pada tanggal 24 Mei lalu untuk menandai ulang tahun ke 50 dari organisasi ini. Indeks ini dikompilasikan berdasarkan 11 kategori seperti kehidupan rumah tangga, pekerjaan, pendapatan dan pendidikan dari masyarakatnya.

Australia berada di peringkat pertama dalam indeks ini, diikuti oleh Kanada, Swedia, New Zealand, Amerika Serikat dan Norwegia. Negara tetangga Korea, Jepang menduduki peringkat ke 19.

Korea mendapat scored yang tinggi dalam hal pendidikan, keamanan dan pekerjaan tapi justru berada di kelompok peringkat bawah dalam hal keseimbangan kehidupan kerja, kehidupan rumah tangga, dan pendapatan. Pekerja Korea bekerja melebihi 517 jam dari rata-rata negara-negara anggota OECD yaitu 1,739 jam per tahun. Mereka juga memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dibanding negara-negara anggota OECD lainnya yang rata-rata memiliki 73% penduduk dewasa yang berlatar pendidikan terakhir diploma.

Rata-rata kepuasan kehidupan dari negara-negara anggota OECD adalah 59%. Negara-negara Eropa Utara menempati peringkat teratas dalam kategori ini, 91% masyatakat Belanda, 90% masyatakat Denmark dan 86% masyatakat Finlandia mengatakan bahwa kehidupan mereka menyenangkan. Di Jepang, hanya 40% dari masyarakatnya yang mengatakan bahwa kehidupannya menyenangkan.

“Semanjak OECD mulai didirikan di tahun 1961, GDP (Gross Domestic Product/Produk Domestik Bruto) menjadi faktor utama yang dipakai untuk mengukur dan mengetahui kemajuan di bidang sosial dan ekonomi dari suatu negara. Tapi hal ini mungkin dapat salah dalam menangkap banyak faktor lain yang berhubungan dengan kehidupan seseorang, misalnya keamanan, waktu luang, pendistribusian pendapatan dan kebersihan lingkungan dari suatu negara,” seperti yang dikatakan OECD dalam laporannya. “Pelopor dari penelitian ini muncul, OECD telah bekerja hampir 10 tahun untuk mengedintifikasi cara yang terbaik untuk mengukur kemajuan kehidupan masyarakat — berpindah keluar dari GDP dan memeriksa semua area yang berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat.”

Source : The Chosun Ilbo

Indo trans & Re-written by : missjutek@hallyucafe

DO NOT TAKE OUT!!

About missjutek

gw cuman manusia biasa yg punya banyak kekurangan dan kelebihan (untungnya...). Disebut missjutek karena muka gw yg jutek (sebenernya bentuk alis gw yg melengkung banget dan item yg bikin muka gw keliatan jutek), padahal hati gw baik loh... *halah...*

Posted on June 3, 2011, in Korean Life and tagged . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. hmmm kyakna orang korea terlalu mentingn kerja,kerja n kerja,,

    secra ktana kepuasn orang korea trhdap khdupan ntu rendah bget,.,

    mungkin itu kali ya yg bkin orang korea pd stress,,.secra ga nikmatin idup yg enak,,ringan n santei,,

    akhrna bnyak yg bunuh dri deh,,hemmm

    • iya, sepertinya sih kek gitu… mereka terlalu berambisi pada bidang pekerjaan mereka, sehingga setiap apa yang mereka capai ga bikin mereka merasa puas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: