Harta Karun Senilai 40 Milyar Rupiah Ditemukan di Korea

Sebanyak 3,3 ton koin ditemukan di antara lumpur di Laut Kuning dekat Gunsan, Jeolla Utara. Harta karun ini ditemukan oleh satu perusahaan penggalian. Koin-koin ini diemukan di dalam kapal Jepang yang tenggelam yang dibom oleh Angkatan Udara Amerika Serikat saat perang dunia kedua.

Pihak perusahaan masih menggali sambil berharap mendapatkan emas. Pyun Do Young, pemilik Perusahaan penggalian bawah laut Sea Love Co.Ltd berkata dalam wawancaranya dengan Korea JoongAng Daily tanggal 2 Juni lalu : “Saat penyelam kami menemukan dek kapal yang tenggelam, kami menemukan koin lama tumpukan koin di dalam kotak kayu yang telah lapuk di dek. Kebanyakan kapal yang tenggelam menyatu dengan lumpur dan beberapa koin-koinnya juga berada di lumpur. Di bulan Februari, kami memulai pencarian untuk harta karun dari kapal yang tenggelam karena Pasukan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II dan akhirnya kami menemukan satu. Walaupun kami, belum menemukan batangan emas, kami yakin akan menemukannya setelah memindakan (lapisan tebal) lumpur yang menutupi kapal“.

Sebagian besar dari 1 juta koin tersebut adalah koin Cina, terbuat dari Nikel dan dibuat antara tahun 1920-1930. Pyun mengatakan : “Jika koin-koin ini asli, ini akan sama berharganya dengan perak saat ini, karena nilai tukarnya sangat langka pada awal tahun 1920 di Cina“. Sin Ju baek, Profesor dari Yonsei University Institute for Korean Studies, lewat telepon mengatakan : “Banyak orang yang mencoba untuk mencuri dan melelehkan koin jenis ini dan menggunakannya untuk kepentingan lain“.

Koin-koin yang telah dibersihkan ini ditempatkan sementara di kantor pemerintahan bagian Kelautan dan Kantor Pelabuhan daerah Gunsan. Hal ini dilakukan untuk memberi waktu bagi pemilik kapal mengklaim kepemilikannya. Song Hyunkyoung, soerang petugas dari kantor tersebut mengatakan : “Kecuali pemilik kapal muncul, 80% koin ini akan menjadi perusahaan yang menemukannya dan 20% akan menjadi milik pemerintah Korea”. Shin Hyun Tag, wakil presiden perusahaan penggalian mengatakan : “Secara resmi kami belum menanyakan ahli mata uang untuk harga koin-koin ini, jadi kami belum tahu secara pasti berapa nilainya. Tapi kami duga nilainya sekitar 5 milyar Won (Atau sekitar 40 milyar rupiah), jika dinilai dari pasar mata uang Cina secara online saat ini“.

 

Walaupun mereka telah menemukan koin lama, tujuan utama perusahaan adalah menemukan batangan emas yang ada di dalam kapal. Mereka percaya kapal yang mereka temukan adalah Nishima Maru No.10, sebuah kapal angkut barang Jepang buatan kayu berbobot 253 Ton, panjang 30 meter dan lebar 7,8 meter. Ini diketahui dari rekap sejarah Jepang yang berjudul “Sejarah Kapal Pada Masa Perang” yang ditulis tahun 1981.

Pyun mengatakan : “Sebelum akhir perang dunia II, beberapa orang top di pemerintahan Jepang yang memprediksi kekalahan Jepang di perang mulai mencuri emas, aset sejarah, perhiasan, dan barang tambang dari Cina dan negara-negara Asia tenggara dan secara rahasia menyimpannya di kapal mereka, seperti Nishima Maru. Tapi dalam perjalanannya ke jepang, beberapa kapal dihancurkan oleh Pasukan Amerika Serikat saat sedang berada di pantai barat Korea dekat Gunsan“.

Pyun menunjukkan dokumen dari sejarawan Amerika Robert J. Cressman yang berjudul “The Official Chronology of the U.S. Navy in World War II / Kronologis resmi Angkatan Laut AS di Perang Dunia II” yang tersedia online di ibiblio.org. Catatan tersebut menyatakan bahwa pada tangga; 2 Juli 1945, kapal Amerika menenggelamkan kapal Jepang Nishima Maru dekat Gunzan, di pantai barat Korea pada 35°50’ Lintang Utara, 126°30’ Bujur Timur dan kapal pargo Shima Maru No.12 pada 35°43’Lintang Utara, 126°32’Bujur Timur.

Kim Young Koo, kepala Ryeo Hae Instiute dan Mantan Kepala Korea Maritime University Maritime Museum mengatakan lewat telepon : “Ada beberapa rekap sejarah AS mengatakan beberapa kapal Jepang dirazia oleh Pasukan Udara AS di laut dekat Semenanjung Korea“.

Pyun meyakini Nishima Maru kemungkinan membawa 10 ton batangan emas yang berharga lebih dari 500 Miliar Won (Sekitar 4 Trilyun rupiah). Emas ini adalah bagian dari “harta Yamashita” yang diduga adalah jarahan Tomoyuki Yamashita yang dicuri dari Asia Tenggara pada perang dunia II. Pyun juga mengatakan mereka akan mencari hingga bulan Agustus untuk meyakinkan apakah kapal itu benar Nishima maru dan memiliki emas yang melegenda itu. Katanya : “Setelah proyek Nishima Maru selesai, kami akan melakukan proyek lain untuk menemukan Kowshing, kapal barang milik Inggris Raya bertinggi 7,4 meter yang membawa 1.220 pasukan Cina dan 600 Ton perak dan Koin yang dihancurkan kapal laut Jepang saat Perang Cina-Jepang“.

Hmmm.. Ada komentar, readers?

Credit : Kim Hee-jin [heejin@joongang.co.kr]
Source : JoongAang Daily
Indonesian Trans : opathebat@Hallyucafe

DO NOT REPOST

About opat

I am not a martian. I guess so.

Posted on June 10, 2011, in News and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. wow……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: