6 dari 10 Warga Korea Merasa Upacara Tradisional Mahal

Menurut sebuah survey dari 1000 orang yang diakukan oleh Lembaga Pengembangan Wanita Korea pada bulan lalu, tercatat  6 dari 10 warga korea merasa bahwa mereka menghabiskan terlalu banyak uang untuk pernikahan, upacara pemakaman dan ritual leluhur.

Sekitar 66.4% dari peserta survey merasa bahwa upacara-upacara tersebut terlalu mahal, dibandingkan dengan 26.8% yang mengatakan bahwa mereka adalah bagian dari tradisi Korea dan layak untuk dirayakan.

Sementara itu, 6.8% dari responden berada di tengah dengan menyetujui bahwa biaya upacara tersebut terlalu tinggi namun disaat yang sama mereka mengakui bahwa tak ada alternaif lain selain menerima bahwa ini merupakan bagian dari budaya Korea.

Lebih dari setengah atau sekitar 56.1% dari responden menyatakan bahwa (biaya) penikahan sebagai harga yang paling tidak masuk akal, diikuti dengan ritual reluhur sebanyak 23.5% dan pemakaman sebesar 12.1%.

Sebanyak 56.1%  mengatakan pertukaran hadiah ( tuker kado) antara para keluarga dari pihak pengantin wanita dan pria adalah masalah paling utama yang menyangkut dengan budaya pernikahan, diikuti dengan alat pemotong kue pernikahan sebesar 15.2% dan tingginya biaya perumahan sebesar 14.4%.

Ketika ditanya apakah ritual leluhur memicu perselisihan antar keluarga, sebanyak 47.6% menyatakan “ya”. Kemudian sebanyak 41.8% menyalahkan stress yang berhubungan dengan persiapan bagi persebahan perayaan. Hal ini diikuti dengan perbedaan agama sebesar 19.6% dan biaya-biaya sebesar 14.2%.

Source. The Chosunilbo | image: wikimedia | Indo Trans by. StalkingHero@hallyucafe {do not take out}

About stalkinghero

me? you can ask jejung.. he knows me well :p

Posted on June 14, 2011, in KCulture, Korean Life. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. yah biaya2 begituan ga usah di korea, di indonesia jg sama aja, mahal.. tp ya mo gimana lagi, emang udah tradisinya begitu, ya diikutin aja..
    eh, btw, kalo di korea ada tradisi tamu ngamplop ga ya?? #justcurious

    • Kalo ampe kawinan di Korea ngga ada yang kasih amplop, gue bawa aja dah c abang Seok Hoon ke Indonesia, biar kawinan disini aja…rugi, udah keluar biaya mahal ngga dapet apa-apa haha…

      • buahahahhahaha…sepakat… walaupun kita iklas pastinya ngadain resepsi dan keluar duid banyak buat nikahan… tapi kan tetep aja kalo balik modal hidup serasa lebih baik🙂
        ya ga??

  2. Kalo gak salah di Korea ada yang ngamplop juga..
    Waktu nonton drama korea ‘Money War’ ada pernikahan adiknya Nara, nah disitu para rentenir ngambil semua uang (Amplop) yang dibawa tamu untuk pengantin..

    Sama aja sih disini juga kalo mau merayakan perayaan gitu pasti keluar banyak uang deh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: