Apakah Pororo Akan Menjadi Korban dari Sanksi Amerika Terhadap Korea Utara?

Serial animasi paling populer dari Korea Selatan “Pororo the Little Penguin” nampaknya bisa menjadi korban dari sanksi Amerika Serikat terhadap Korea Utara, itulah yang diberitakan oleh pihak Radio Free Asia pada hari rabu (22/06) lalu. Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan sanksi terbaru mereka terhadap Korea Utara yang tidak hanya melarang impor produk dari Korea Utara namun juga produk-produk yang dalam pembuatannya menggunakan teknologi dari Korea Utara.

18 dari 104 episode serial “Pororo”, yang populer dikalangan anak-anak Korea Selatan, dibuat oleh perusahaan pemborong Samcholli General Corp. antara tahun 2002 dan 2005 yang berasal dari Korea Utara.

Perwakilan dari Kementrian Gabungan mengatakan, “Untuk episode dari serial ‘Pororo’ yang diimport ke Amerika Serikat yang dibuat setelah tahun 2005 tanpa bantuan dari perusahaan dari Korea Utara tidak akan terkena dampak dari sanksi ini. Dan untuk episode yang dibuat sebelum tahun 2005 bisa jadi akan dilarang untuk diekspor ke Amerika Serikat sesuai dengan instruksi dari sanksi tersebut”.

Serial animasi ini telah terjual ke lebih dari 110 negara, kebanyakan dari negara-negara Asia dan Eropa. Penguin biru yang mengenakan topi pilot jadul ini diperkirakan telah mendapat penghasilan sebesar 389.3 milyar won berdasarkan laporan dari Seoul Business Agency, yang menyediakan dukungan bagi industri konten digital dari Korea Selatan.

Seorang staf dari Iconix Entertainment, yang saat ini memproduksi ‘Pororo’, mengatakan bahwa akumulasi dari hasil eksportnya mencapai 4 juta dollar Amerika. “Hasil eksport dari Amreika sebenarnya tidak begitu besar, karena kami hanya menyajikan kartun berbahasa Spanyol untuk channel televisi Amerika”., tambahnya.

Dengan adanya sanksi baru ini, produk manufaktur dari dalam Korean Kaesong Industrial Complex dan sama halnya dengan zona ekonomi Rajin-Sonbong juga ikut terpengaruh dan mungkin akan dilarang untuk dieksport ke Amerika.

Dick Nanto, seorang peneliti dari U.S. Congressional Research Service, mengatakan semua produk yang dibuat menggunakan teknologi dari Korea Utara masuk kedalam daftar produk-produk yang dilarang untuk dikirimkan. Tapi berdasarkan keterangan dari Kementerian Gabungan, tidak ada produk manufaktur dari Kaesong Industrial Complex telah dieksport ke Amerika, dan kedua negara Kore ini tidak lagi bekerja sama untuk memproduksi film atau konten animasi semenjak Korea Selatan mengetahui perihal sanksi yang dikenakan Amerika kepada Korea Utara di bulan Mei tahun lalu.

Source : The Chosun Ilbo

Indo trans by : missjutek@hallyucafe

About missjutek

gw cuman manusia biasa yg punya banyak kekurangan dan kelebihan (untungnya...). Disebut missjutek karena muka gw yg jutek (sebenernya bentuk alis gw yg melengkung banget dan item yg bikin muka gw keliatan jutek), padahal hati gw baik loh... *halah...*

Posted on June 25, 2011, in News and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: