Demam Audisi Pencarian Bakat Menguasai Masyarakat Korea

Image and video hosting by TinyPic

Total 80 ribu orang berkumpul di Jamsil Stadium, Seoul pada hari Sabtu dan Minggu untuk bersaing dalam babak awal regional kedua program pencarian bakat “Superstar K” di TV kabel Mnet.

Total 710 ribu orang dari seluruh Korea datang pada audisi di tahun 2009 dan jumlah ini meningkat menjadi 1.34 juta orang dan 1.93 juta orang tahun ini, setara dengan empat persen populasi Korea. Kontestan bervariasi dari usia SD sampai masyarakat berusia senior. Masyarakat Korea yang berkeinginan menambah nama mereka ke dalam daftar selebritis membuat semakin banyak program sejenis hingga 10 program di berbagai stasiun TV, kebanyakan terbagi menjadi beberapa musim dengan format sama yang diulang tiap tahun.

Efeknya tentu ada, banyak pelajar yang ingin ikut namun mengorbankan studi mereka.

“Aku harusnya belajar untuk ujian masuk kuliah tapi audisi ini penting menentukan masa depanku” kata seorang wanita berusia 18 tahu “Orangtuaku tak tahu aku ikut kompetisi ini.”

Kebanyakan kontestan audisi di channel lain seperti “Korea’s Got Talent” di tvN dan “Star Audition” di MBC.

“Kalaupun gagal, aku tak menyesal sudah bersaing. Aku berencana ikut serta pada semua program kompetisi menyanyi untuk tahun ini,” ujar salah seorang pekerja kantoran berusia 29 tahun.

Image and video hosting by TinyPic

Nampaknya orang-orang rela membahayakan profesi mereka untuk bersaing, mereka pergi dari satu audisi ke audisi lain dengan toleransi kecil pada atasan untuk mencari jalan pintas ketenaran. Para kriminal juga memanfaatkan demam audisi ini. Salah seorangnya mengklaim sebagai pencari bakat pada sebuah acara audisi di Busan sebagai manajer artis terkenal dan mendapat uang dengan menjanjikan ketenaran dan keberuntungan.

Di sebuah audisi lain di Daegu, kontestan wanita memberitahu staff audisi kalau dia didekati pria yang menawarinya “audisi” istimewa. Pria itu mengaku memiliki agensi bakat yang menaungi girl group terkenal. Hal ini membuat pihak pelaksana menempel poster di ruang audisi untuk tidak bicara pada orang yang mengaku sebagai pencari bakat.

“Stasiun TV dibutakan rating untuk menarik pemirsan dan mereka membuat program audisi sendiri, yang menghambat usaha mengembangkan bakat baru dan mempromosikan budaya massa,” kata Song Jong Gil, profesor media massa dari Universitas Kyonggi. “Setelah popularitas dari demam ini berkurang, program tersebut akan hilang satu per satu dan saya cemas terhadap efek sampingnya.”

Source: chosunilbo
NO REPOST

Posted on July 5, 2011, in KPop, News and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: