[Fan Fiction] – Liar (Chapter 11)

DARA POV

*plak*

O.O
Aku terbangun tiba-tiba. Sesuatu menyentakkanku hingga terbangun. Seperti tamparan kilat mendarat di pipi kiriku. ya, seseorang jelas-jelas baru saja menamparku. Segera kulihat disamping kiriku seorang gadis tampak tertidur pulas dengan posisi tengkurap dan tangan kiri berada di mukaku ..

Eh? Hampir saja aku lupa dimana aku, tampaknya Jiyong membawaku dan merawatku kemari. Kusingkirkan lengan yang berada di dadaku, =..= ,, kau takkan pernah tau jika gadis cantik tidur tak selalu dengan posisi cantik juga.

“mmmm” gadis itu mengerucutkan bibirnya lalu “kurang ajar kau youngbae..nym nyem..” youngbae? Eh? Youngbae si mohawk itu? “ya! Jangan pegang pantatku!!!”

*plak*

O.O omo omo… Dia menamparku lagi!!!!! Dan sekarang dia mencakar cakar bagian kiri tubuhku. Kyaaaa Omo!! Segera aku bangun dari kasur mungil yang menampung kami berdua itu. Kupandangi gadis itu dengan tatapan ngeri, yang kini ia tentu saja terlihat kembali tertidur pulas. Ya ampun,, si youngbae itu punya penyakit pegang pantat ternyata. Hiiii…bukan aku saja korbannya.

Tak berniat kembali ditampar untuk ketiga kalinya, kuputuskan untuk duduk disamping kasur. Hhhh.. Mengumpulkan energi sejenak. Kepalaku sudah tidak sakit, tapi… kuperiksa tubuhku dan tampak memar-memar sedikit terlihat dibeberapa bagian. Hong Chul sialan, anak buahnya sempat menendangku tepat di bagian pinggul. Sialan.. Kusingkap rok seragamku dan kulihat memar membiru di bagian pahaku. Aaaaaaagggghhh!!! Tak mungkin aku menari dengan begini. T____T bagaimana ini.. mana ada striptease pake celana tertutup.

Eh? Tunggu dulu.. Dimana jiyong? Kupandangi sekeliling kamar, tak terlihat tanda-tanda kehadirannya. hhhh,, syukurlah, jika bertemu dengannya aku benar-benar tak tau harus berkata apa. Kujelajahi kamar itu dan kutemukan tas sekolahku, ah itu, ponselku ada disana. 34 misscalls dan 22 pesan????! Wooyoung, cheondoong dan chaerin. Mereka mencoba menghubungiku bergantian..

Mianhae,, >< aku lupa jika ponselku masih silent sejak keluar dari sekolah. Kubaca beberapa pesan yang menunjukkan jika terdapat pesan suara.

“Dara,, kau dimana? Cheondoong berada di tempatku sejak siang. Cepat hubungi aku.”
ia mengirimkan beberapa pesan yang hampir sama namun voicemail terakhirnya sedikit membuatku.. ehhhmmm kubilang sedikit saja ya.. sedikit membuat hatiku bergetar.

“kau baik-baik saja? Aku mencarimu di tempat kerja tapi kau tak ada. Kumohon hubungi aku dan katakan kau baik-baik saja.. “

T____T aku merindukannya..

Andai saat ini oppa bersamaku.. Hukz,, aku ingin memeluknya ;__; dia selalu memelukku jika aku menghadapi kesulitan.. Aaaaaaahhh hapus hapus!!! Kenapa aku jadi mellow lagi >< hush hush! jangan diingat terussss… Sigh. kuputuskan untuk membalas semua pesan mereka dengan sms saja.

“aku baik baik saja”

Belum ada 1 menit sms terkirim, ponselku bergetar ‘Chocolate’.. Tak ingin suaraku membangunkan yang sedang tidur, akupun keluar dari kamar dan segera mengangkatnya

“yoboseyo?”

” kau dimana? kau baik- baik saja?” :’)

“oppa..aku baik-baik saja”

Wooyoung kemudian menanyakan keberadaanku, ia juga menanyakan apakah aku sedang bersama Jiyong atau tidak. kujawab saja iya, yang ternyata memang salah besar menjawab dengan jujur. Ia mulai melemparkan keluhan-keluhan jika seharusnya aku lebih mepercayai dia daripada Jiyong yang baru saja kukenal. Ia pun bersikap seperti oppa yang baik dengan menawarkan bantuannya. ia sudah berusaha memaksaku agar menerima bantuannya sejak dulu yang tentu saja kutolak.

 Tidak. orangtuanya sudah bersedia menampungku walau saat itu mereka sendiri sedang dalam kesulitan.
“oppa…kau tak perlu khawatir,, aku akan menyelesaikan masalah ini secepatnya..” kataku pada Wooyoung yang lanjut memprotes dengan mengatakan jika aku takkan mungkin mendapatkan uang sebanyak itu dalam tempo kurang dari seminggu.

Pembicaraanku dengan wooyoung akhirnya selesai setelah aku berhasil meyakinkannya bahwa aku baik-baik saja dan akan muncul di sekolah besok pagi. Menghiraukan tubuhku yang masih sedikit sakit, aku kembali ke kamar untuk mengambil barang-barangku. Dan karena tak terlihat keberadaan Jiyong, kuputuskan untuk pergi dari sini. Dengan berjinjit-jinjit aku mencoba keluar pintu.

Eh..mmm… Ini dimana ya =.=” pasti jiyong yang membawaku kesini tadi. Jika meneliti keberadaanku diluar pintu, aku berada di sebuah komplek apartemen sederhana.

Satu

Dua

Tiga.

Aku berada di lantai tiga. Yup yup.. Itu terlihat karena apartemen ini berbentuk U. Mmm.. hehe,, kuat juga Jiyong mengangkutku sampai sini ^3^. melewati tangga di sayap kanan untuk turun, hanya beda dua pintu dengan tempat yang baru saja kutinggalkan aku sempat melewati laki-laki paruh baya yang sedang menenangkan wanita yang menangis di depan apartemen mereka,. Biar kutebak, paman itu pasti habis selingkuh di apartemennya.

“beraninya kau lakukan itu di rumah kita!!! Aaaahhh!!!” bibi itu lalu mencakar-cakar muka suaminya.

O.O tak berniat kena cakar aku pun segera meninggalkan mereka.

Sepanjang jalan menuju rumahku yang ternyata hanya sekitar 10 menit, aku berjalan dengan cepat tapi sepertinya ada yang mengikutiku T_________T. Jangan-jangan Noh Hong Chul menguikutiku. Aku lebih suka bertemu hantu daripada bertemu anak buah Hong Chul lagi.

Wahai dewa bunglon,,,pinjamkan padaku kemampuanmu menyamakan warna kulit dengan tembok!!!

tap tap..

Tap tap tap..

Aku mengendap-endap hingga depan rumahku, berkali-kali melirik ke kanan kiri, mewaspadai keberadaan anak buah hong chul. Cepat-cepat aku masuk kerumah! Berhasil!!! Kupandangi barang-barang di rumahku dan…

….
T__T
………..
^O^/ aman!!!! Kyaaaaaaaa….kupeluk tv di tengah ruangan. Hikz,,, kalian tak tau betapa khawatirnya diriku menjadi Goo Hyemi dalam drama Dream High. Wuiiihh,, jangan sampe.. Amit-amit jangan sampe barang-barangku disita renternir.

Bip bip.

Ah… Sms ^^

Eh? O.o ‘My Man’ sejak kapan ada nama ini di ponselku?

My Man: ya! Kenapa kau pergi tiba2?? Btw,, kau berjalan seperti pengutil barusan. Haghaghag…

=.= tak lain tak bukan… ‘My Man’ adalah The almighty Kwon Jiyong.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

GD POV

“Kriiiiiiiiiiiiiiiiiing~~~~~~“”

Bel istirahat dan aku segera keluar dari kelas. Tak mempedulikan guru yang masih ada di ruangan itu. Lapar. Sejak malam aku belum menemukan makanan, kali saja di kantin ada yang patut kumakan.

Setelah mengantri membeli burger dan susu milo, kubawa nampan makananku ke bangku dimana aku biasa makan siang. Yang mana sesorang telah menempatinya. Dia. Dia yang sejak seminggu berlalu dan tak kulihat sedikitpun batang hidungnya. Siang ini, ditengah hiruk pikuk siswa yang saling mengobrol diiringi dentingan suara peralatan kantin, dia tertidur pulas dibangkunya. Mmm, dibangkuku lebih tepatnya. Berbantalkan ransel bergambar kelinci yang selalu dibawanya, ia tampak tak terganggu sekelilingnya. kulitnya yang putih terkena kilauan matahari pagi dan membuatnya semakin cantik. Akuilah, semua laki-laki di sekolah ini mengakui jika dia memang cantik. Hehe,, bayangkan jika gurauan dan gosip-gosip pagi terdengar seperti kicauan burung, dinding kelas kau gantikan dengan taman bunga.
Bhuahahahhahhaha… Perfecto!!


Eh… Tunggu dulu.. Kenapa ada monyet berkacamata disampingnya? Apakah hanya aku yang melihat monyet dalam bayanganku? Ada monyet di samping Dara dan duduk diatas batu. Muka berbulunya menganga sementara air liur mengalir ke dagunya. Hyaiiikhh!!?

Wajahnya memandangi kaki Dara. Dan tangannya sedang asik mengabadikan momen itu dengan ponsel. O.O demi Tuhan Dara,,, mengapa kau  duduk mengangkang dan membiarkan rokmu tersingkap hingga paha. Aku bahkan bisa melihat dalamannya!

“Ya!!!!” teriakku sambil melemparkan nampan makananku padanya.

Kudekati anak itu dan kutendang ia hingga terjatuh dari tempatnya.

*Buggggghh* kupukul wajahnya hingga kacamatanya pecah.

*siiiiiiings~* suara berubah sunyi senyap.

“kalau mengulanginya lagi, akan kupastikan kau tak bisa berjalan” ancamku pada sesorang yang kuingat bernama Jae Wook. “kemarikan ponselmu” Jae wook langsung memberikan ponselnya dengan tangan bergetar. Kuambil memori eksternal ponsel itu dan kumasukan ke saku. Kudekati jendela lalu kubuang ponselnya. Tak perlu memastikan hancur atau tidak, tanah dua lantai di bawah sudah meyakinkanku jika ponsel itu tak terselamatkan.

“peringatan ini berlaku bagi kalian semua” kataku pada mereka yang sedang memandangi kami. “Pergi kau dari sini” kataku pada Jae Wook yang langsung lari terbirit-birit.

“Ada apa?” Dara kini tak lagi tertidur, badannya duduk tegak namun tampak jelas kebingungan di wajahnya. “Jiyong? Ada apa?”

“Dara!” Chaerin mengeruak dari kerumunan dan menghampiri Dara. “kau tidak apa-apa?”

Dara memandangku dan Chaerin bergantian lalu mengerutkan dahinya “guys..aku tidak mengerti apa yang terjadi, sedetik aku tertidur dan sedetik kemudian kulihat Jiyong melemparkan ponsel orang.”

“Ehh.. sebenarnya…” Chaerin lalu meneruskan apa yang dilihatnya tadi dengan bisikan di telinga Dara.

“Oh..” Dara yang langsung menyerap apa yang didengarnya kemudian memandangku. “terima kasih..” ujarnya sambil sedikit menganggukkan kepalanya padaku.

“Chaerin..bisakah kau tinggalkan kami berdua? Ada yang harus kubicarakan dengan Dara”

“Ok.” Jawab Chaerin dan sebelum beranjak ia kembali berbisik pada Dara “kau harus ceritakan padaku nanti.”

Setelah meyakinkan semua perhatian tak lagi pada kami. Kupandangi Dara an langsung menembakkan pertanyaanku padanya.

“Kau pergi mengendap-endap malam itu dan pulang sendirian, untuk ukuran yang pingsan dua kali dalam sehari kau tampak cukup kuat. Katakana padaku Dara, kenapa selama ini kau berpura-pura lemah?”

“lemah? Apa maksudmu?” tanyanya dengan kening berkerut.

Kuputuskan untuk berbicara dengan suara berbisik “Berkali-kali aku terlibat denganmu, satu malam kau meronta-ronta menangis hampir diperkosa orang, lalu dua kali aku meyelamatkanmu pada siang hari dari kejaran orang. Dan tiba-tiba kau bisa melawan tiga orang tanpa bantuan.”

“Apa maksudmu?”

“aku melihatmu. Aku melihatmu melawan tiga orang saat aku kembali membeli pizza untukmu”

“Kau membelikanku pizza? Jadi kau meninggalkanku untuk membelikanku pizza ^^”

Aku tak menjawabnya karena pizza bukan topik pembicaraan ini.

“ehhh..bagaimana mungkin aku melawan mereka bertiga kemarin itu?” Dara menjawab pertanyaanku dengan heran. “Bukannya kau menyelamatkanku saat mereka mencoba menyerangku?”

o.O

“kau sedang berbohong?” tanyaku.

“kau menuduhku berbohong?” Ia membalikan pertanyaanku.

“jadi mengapa kau bisa tidak ingat kejadian kemarin?”

“siapa bilang aku tidak ingat..”

Mencoba bersabar dengan jawabannya, kucoba mengkorek lebih lanjut. “Jika kau sanggup menyelamatkan dirimu sendiri, mengapa kau bersikap seakan-akan kau lemah?”

“….aku hanya… tak ingin menggunakannya” Dara mengalihkan pandangan matanya ke luar jendela.

“menggunakan apa?” tanyaku.

“kemampuan bela diriku”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`bersambung ^^

sorry,, kalo ada typo dimana-mana… bakal kuedit sepulangnya kerumah.. ^^

–Liar–

Liar (Foreword) ,

Liar (Chapter 1) , Liar (Chapter 2) ,

Liar (Chapter 3) , Liar (Chapter 4) ,

Liar (Chapter 5),  Liar (Chapter 6) ,

Liar (Chapter 7) , Liar (Chapter 8) ,

Liar (Chapter 9) , Liar (Chapter 10)

About stalkinghero

me? you can ask jejung.. he knows me well :p

Posted on July 7, 2011, in Comedy, Fan Fiction, Romance. Bookmark the permalink. 12 Comments.

  1. yaaahh.. pendek amat author (?) !!
    next part mohon dipanjangin yaahhh certianyaaa ! ^^

    • maap ><…kayaknya aku ga bisa ngikutin saran kalian yang minta memperpanjang cerita dalam 1 chapter. Aku udah coba baca berulang-ulang dan segini kurasa cukup pas untuk 1 chap..

  2. dara nih seenaknya banget ya… bener2 ngeselin, tapi ngangenin… #eaaa

  3. kentaaaang aaaaaaaa lanjutiiin doong

    dara pny beladiri?
    apa gara2 ia takut jd pny kekuatan super? *ngaco*

  4. Wiiiwww..
    Dara kereeennn…..
    Hahaa..
    Kpn prnh bljr bela diriii????
    Lanjutin besok y onnnn…
    Wkwkwk

  5. onnie, jangan panjang2 sih iya.. tapi jangn kependekan juga dooong😀

    • sama kaya jawabanku ke kimsyun, aku mungkin ga bisa ngikutin saran kalian untuk manjangin cerita dalam satu chapter.. sebenarnya kalo kalian perhatikan dari chap pertama sampe chap terakhir aku selalu kasih panjang cerita yang hampir sama, kecuali sekitar 2 chap kebelakang dimana aku baru balik hiatus yg memang aku tulis disana kalo chap tersebut amat pendek.

      untuk yg selanjutnya mungkin aku akan menggabungkan dua chap menjadi 1? lol.. hehe.. (jadi inget ama azuyu, pdhl aku salah satu orang yg minta dia untuk memperpendek ceritanya dalam 1 chap) entahlah, susah buat aku untuk manjangin cerita ketika inti cerita untuk satu chap udah berhenti di titik tersebut.

      aku orangnya slow.. mungkin untuk chap selanjutnya agak lama (ingat..1 chap aja lama, apalagi 2 chap :p) cuz aku kadang ga sempet mikirin fanfic pas lg gawe..

      hehe, makasih ya saran dan kritiknya.. aku coba untuk memperpanjang cerita..kuharap kalian kasih komentar mengenai ‘isi’ cerita cuz aku ga tau apakah isi ceritanya memuaskan kalian… ^^ thank you! *bows*

      • aku mah terserah aja mau panjang ato pendek… (asal jangan cuman 1 paragraf aja!)
        selama ceritanya menarik ya pasti aku baca dan aku komen-in…😀
        Itu si dara emang dari chapter ke chapter makin nyebelin aja tingkahnya… tapi juga makin imut dan ngangenin… hahahaha…
        Kadang mikir si jiyong-nya bego banget, tapi ya justru disitu lucunya sih… hihihihi…
        Pokoknya aku selalu suka FF ini…😀

  6. annyeong. chingu.. jujur ya ini salah satu fanfic yang paling ku suka jalan ceritanya. Gag pasaran. Coba deh telaah ulang ini t kependekan buat 1 chap (Berdasarkan ff yang pernah q baca sebelumnya). Bukankah kepuasan reader merupakan kepuasan untuk author juga ???
    akhir kata. BURUAN POST CHAP. SELANJUTNYA !!!!!!!!!!! ^^

    • sippoooo~~~~~~… thanks ya semua sarannya..
      hohoho, maap belum sempet kukerjain chap selanjutnya cuz aku lg susah ngetik.. jari tanganku lg bengkak =.=”

  7. gantuuuuuuuuunggggg bangeeeeeeeeettttt
    ditunggu post lanjutannya!!!!! >.<

  8. kyaaa daragon!! :*
    ini salah satu fanfic daragon yang aku suka banget,,,,critanya enggak bosenin…
    bikin penasaran mulu…
    buruan lanjutin ff nya tor…

    udah lama banget nunggu ff ini…🙂
    jebal!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: